Sepenggal Kisah Agrisoft-Systems


Sore itu, kami pulang seperti biasa, jam 5 petang. Mengendarai motor kami masing-masing hingga sampai ke rumah. Aku istirahatkan sejenak tubuhku yang lelah. Menyapa orang tua, kemudian pergi melihat kamarku. Adzan maghrib terdengar dengan lantang, pertanda sore ini t’lah berakhir.

Sesaat setelah adzan berkumandang, handphone ku berbunyi. Aku lihat, tertulis ‘Bu Ira’, salah satu nama penting dalam HP ku. Beliau adalah istri dari Pak Armin, Boss atau Pimpinan Perusahaan Agrisoft-Systems. Sebuah perusahaan dimana aku bekerja di dalamnya. Segera saja aku angkat panggilan telepon itu.

Alam : Haloo.
Suara dlm telp : Halo, mas Alam.
Alam : Iya, gimana Bu?
Suara dlm telp : Ini Dinar mas. Mas bisa ke kantor sekarang?
Alam : Bisa. Ada apa mbak?
Dinar : Pak Armin koma mas.
Alam : Lho kena apa mbak?
Dinar : Aku juga ga tau mas. Pak Armin koma.
Alam : Serius mbak, tenanan?
Dinar : Iya mas, udah ga ada nafas e kie.
Alam : Oo ya mbak, ya mbak, aku kesitu sekarang.
Dinar : Sekalian kasih tahu teman-teman yang lain ya mas.
Alam : Iya mbak.

Telepon aku tutup.
Seperti perahu yang terancam badai, seperti mobil yang mogok di tengah rel kereta api. Perasaan bingung menyelimutiku seketika. Saat itu, aku hanya berpikir bahwa Pak Armin butuh bantuan, harus segera dibawa ke rumah sakit. Dan semua karyawan beliau diharapkan datang.

Pesan mbak Dinar segera aku sampaikan. Aku telepon dua orang teman sekantor, Beta dan Eko. Sedangkan teman-teman yang lain aku sms. Berikut isi dari sms yang aku kirim.

Note: Jam yang tertera itu bukan jam kirim sms, melainkan jam ketika gambar HP itu diambil.

Segera aku bersiap dan bergegas ke kantor. Belum sempat memakai jaket, HP ku berbunyi lagi. Kali ini dari Chandra, teman sekantor juga.

Alam : Halo
Chandra : Halo mas.
Alam : Ya. Piye Jeng?
Chandra : Kowe ameh nang kantor ra?
Alam : Iyo iki lagi ameh mangkat. Piye?
Chandra : Le jare mbak Dinar, Pak Armin meninggal. Iki mau aku bar telepon mbak Dinar.
Alam : oohh..

Terdiam seketika. Tak tahu mau bicara apa. Hanya mengucapkan Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un dalam hati.

Alam : Ya ya, yawes ayo gek mangkat.
Chandra : Iyo mas, aku wes nang ndalan menuju kantor.
Alam : Ya ya.

Telepon aku tutup dan meluncur ke kantor. Aku masih belum percaya kalau Pak Armin meninggal. Sesampai di kantor, terlihat sepi, hanya pintu gerbang kantor masih terbuka dan seorang bapak-bapak yang juga ingin masuk. Aku tersenyum ke bapak itu, kemudian memarkirkan motorku. Lalu aku sapa bapak itu.

Aku tanya, “Madosi sinten, Pak?”
“Jare wonten sripah nten mriki?”, sahut bapak itu.

Dari sini, aku hanya meng-iya-kan jawaban bapak itu.

‘Nggih, monggo pak mlebet”, jawabku.

Tapi bapak itu sepertinya masih enggan untuk masuk. Aku pun masuk sendiri. Langsung menuju ke atas, ruang kerja Pak Armin. Terlihat beberapa orang dengan wajah bersedih di depan ruang kerja. Aku tak ingat mereka siapa saja. Lalu ada yang mempersilahkan aku masuk, “Masuk saja Mas, sebelah sana”.

Aku masuk ruang kerja beliau. Terdengar suara isak tangis. Di samping ruang kerja, ada tempat tidur yang biasa digunakan untuk istirahat. Orang-orang terdekat Pak Armin berada di situ, tak terkecuali Bu Ira, mbak Dinar, dan mas Agung.

Aku hanya bisa terdiam. Pak Armin tertidur tak bergerak, terbujur kaku tak bernafas. Di sampingnya ada Bu Ira yang tak kuasa menahan tangis, dan kerabat terdekat lainnya.

Pak Armin sudah tiada. Sosok pemimpin sekaligus seorang bapak bagi kita semua, telah meninggalkan kita, meninggalkan dunia untuk selamanya.

Selamat jalan Pak Armin. Semoga amal ibadah mu diterima dan diampuni segala dosa-dosa. Semoga engkau bahagia di surga, di sisi Nya. Aamiin . .

Yogyakarta, 12 Januari 2012 21:10 PM

Ibarat mengendarai motor


Ahihihihi…apaan coba? Di sini aku cuma mau mengeluarkan uneg2x lagi. Kalau dulu aku pernah post tentang Hidup ini cuma seperti bermain game, eh ternyata ga cuma itu doank. Hidup itu bisa diibaratkan juga seperti sedang mengendarai motor.

Lha kok bisa begitu? Bisa aja, aku bilang seperti ini;

  1. Ketika kita mengendarai sepeda motor, berarti kita sedang menuju suatu tempat yaitu tujuan kita.
    Sama kan? Perlu penjelasan lagi kah? OK. Kalau menurutku, kita hidup ini sedang melakukan perjalanan ke suatu tempat atau keadaan yang itu merupakan tujuan kita. Dalam arti luas, biasa disebut dengan cita-cita. Nah yang jadi permasalahan di sini adalah tujuan dari tiap orang itu beda-beda. Begitu juga jalan yang dilewatinya. Ada yang lewat jalan raya, jalan desa yang belum diaspal, jalan gang kecil alias jalan tikus, tapi ada juga yang bisa lewat jalan tol. Dan perlu diketahui, bahwa kita semua punya tujuan akhir yang sama, yaitu surga.
  2. Sesekali kita akan menengok kebelakang menggunakan kaca spion pada motor kita.
    Fungsinya apa sih kaca spion? Kalau menurutku, hanya untuk menengok sebentar apa yang ada di belakang kita. Kecuali motornya berhenti, biasanya pada buat ngaca tuh spion 😀 Lha apa yang ditengok? Yaitu kendaraan lain yang sedang melewati jalan yang sama dengan kita. Ketika kita ingin menjadi sukses, terkadang kita menggunakan spion kita untuk melihat (baca: mempelajari) apa yang ada di belakang kita, sehingga kita pun bisa mendahului kendaraan lain yang ada di depan kita dengan selamat.
  3. Maaf perjalanan Anda terganggu, sedang ada perbaikan jalan.
    Pasti sudah sering nemuin yang beginian. Dan seringnya, orang menggerutu mengenai hal ini. Ya aku sendiri juga tidak menyangkal bahwa terkadang kita terburu-buru menuju ke suatu tempat. Kita membutuhkan waktu yang cepat sampai tujuan. Itu wajar. Tapi ternyata (ini menurutku lho) ada keuntungan juga yang bisa diambil di sini. Yaitu, dengan adanya perbaikan jalan, berarti kita harus mencari jalan lain, yang lebih baik. Bonusnya, kita akan mendapatkan pengalaman baru menelusuri jalan-jalan yang belum pernah kita lewati.
  4. Laki-laki harus bisa menyetir kendaraan ketika ada perempuan yang ingin menumpang.
    Hmm..setuju kah? Iya dunk. Pasti. Seorang laki-laki musti bisa memimpin perempuannya. Bijak dalam memilih jalan, pandai mengatur laju kendaraan, dan yang pasti berjiwa besar ketika ada pengendara lain yang menyerobot jalanmu. Orang yang nebeng kendaraanmu itu akan mengikuti kemanapun kamu pergi. Jadi berhati-hatilah dalam berkendaraan karena kamu menanggung keselamatan penumpangmu 🙂
  5. Dan terkadang, kecelakaan di jalan pun tidak bisa dihindari.
    Begitulah hidup. Aku tidak akan membahas terlalu panjang soal ini. Berhati-hatilah.

Oke sobat, setidaknya 5 hal itu yang menuruku bisa jadi pelajaran buat hidup kita. Semoga bisa bermanfaat buat kita semua. amin 🙂

TUHAN ITU TIDAK ADA


Sebelumnya, mohon maaf jika judulnya terkesan kontroversial. Tapi itu hanyalah judul supaya banyak yang tertarik membaca cerita berikut ini. Hehe. Sebenarnya cerita ini sudah lama ada, dan mungkin teman-teman juga sudah pernah membacanya. Di sini aku cuma mau mengingatnya lagi aja, karena cerita ini begitu menarik, paling ngga buat aku 🙂


Alkisah dimulai dari seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya.

Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat. Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan. Si tukang cukur bilang,

“Saya tidak percaya Tuhan itu ada”.

“Kenapa kamu berkata begitu ???” timpal si konsumen.

“Begini, coba Anda perhatikan di depan sana , di jalanan… untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada. Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada, adakah yang sakit? Adakah anak terlantar?? Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi.”

Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat. Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.

Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar (mlungker-mlungker istilah jawanya), kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.

Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata,

“Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR.”

Si tukang cukur tidak terima,” Kamu kok bisa bilang begitu ?? Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!”

“Tidak!” elak si konsumen. “Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana “, si konsumen menambahkan.

“Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!”, sanggah si tukang cukur. ” Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya”, jawab si tukang cukur membela diri.

“Cocok!” kata si konsumen menyetujui. “Itulah point utamanya!. Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA ! Tapi apa yang terjadi… orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA. Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini.”

Si tukang cukur terbengong !!!


Semoga bermanfaat bagi kita semua. Amin 🙂

Hidup ini cuma seperti bermain game


Waaw…masa iya hidup ini dibandingkan dengan bermain game? Hahahaha..sebenarnya seh mirip, tapi ada beberapa hal yang ada di dalam game tapi tidak mungkin ada di dalam kehidupan ini. Misalnya;

  1. Di dalam game ada tombol Pause, sedangkan di kehidupan ini mana ada tombol Pause
    Andai saja hidup ini ada tombol Pause, asyik juga ya, bisa berumur ratusan tahun jadinya. Bagaimana tidak, misal saat ini aku mem-pause diriku sendiri. Terus 100 tahun kemudian aku tekan tombol Play lagi. Bingo. Aku bisa meneruskan hidup ku lagi. Hehehe.
  2. Di dalam game ada tombol Back/Undo/Reset, nah di kehidupan ini ga ada yang bisa diulangi lagi
    Yang ada adalah, hidup ini terus berjalan. Life is goes on. Ketika kamu gagal dalam suatu tes/ujian atau kegiatan apapun itu yang membuat kamu merasa tidak baik, kamu ga akan bisa memutarbalikkan waktu. Apalagi me-reset waktu untuk kembali melakukan ujian. Yang bisa dilakukan adalah bersyukur dan ikhlas. Pelajari langkah-langkah yang salah itu dan jadikan sebagai pedoman agar tidak salah lagi.
  3. Ketika tokoh dalam game itu mati masih bisa dihidupkan lagi atau dimainkan ulang, nah jika manusia mati, apa bisa dihidupkan lagi ???
    Kecuali atas ijin Tuhan (mati suri) ga akan bisa manusia itu dihidupkan lagi. Manusia akan hidup lagi di alam yang lain. Tapi tidak di kehidupan yang sekarang ini. Lha kalo manusia itu bisa hidup lagi, dunia ini akan penuh dengan orang gila. Kenapa? Karena orang yang bunuh diri ngga jadi mati 😀

Life is just like playing games. But no pause button, no undo button, and you couldn’t play anymore when you die

Setidaknya 3 perbedaan itulah yang menurut aku paling pokok. Namun begitu ada juga beberapa persamaannya. Dari game solitaire sampai game tembak-tembakan pun bisa dijadikan acuan. Sebagai contoh;

  1. Jika dalam bermain game ada tingkatan permainannya, maka begitu juga dengan hidup
    Kita lihat dari segi pendidikan. Kita dituntun untuk melewati jenjang pendidikan mulai dari TK, SD, SMP, SMU, Kuliah, baru kemudian bekerja. Dalam segi pekerjaan, pasti lah dimulai dari yang paling bawah kecuali dapat warisan dari orangtua nya. Kemudian memperoleh pengalaman/experience dalam bekerja, bertambah dan terus bertambah sampai akhirnya naik level/tingkatan. Level 1, level 2, level 3, dst . . . bahkan di akhir cerita kamu bisa saja menjadi Big Boss alias membuat usaha sendiri. Ini gambaran umumnya saja 🙂
  2. Bercermin dari game Farmville yang biasa ditemukan di Facebook, kita diwajibkan untuk mempunyai neighbor atau tetangga untuk mencapai level lebih tinggi
    Begitu dengan kehidupan ini. Banyak-banyaklah mencari tetangga dan berbuat baik lah kepada mereka. Manusia itu makhluk sosial, membutuhkan orang lain untuk kelangsungan hidup nya. Orang yang akan menolong pertama kali ketika kita dalam kesusahan adalah tetangga kita. Jadi, ayo bersosialisasi, bermasyarakat dengan rukun dan damai. Btw, Farmville sudah ada lanjutannya yaitu CityVille 😀 Ini kok malah melenceng dari topik ya. Hihihihi..
  3. Bermain game itu membutuhkan strategi untuk menang, lantas bagaimana dengan kehidupan ini.
    Aku jawab sangat diperlukan. Dan harus dibarengi dengan usaha dan doa. Wajib nih hukumnya. Kalau cuma strategi doank tanpa usaha, ya ga mungkin menang lah. Strategi itu hanya untuk menggambarkan peta kehidupan kita. Yang paling penting Take the action.

Oke sobat, sekian dulu dariku. Kalau ada kesempatan, aku terusin lagi. Semoga bisa menjadi pelajaran buat kita semua. Amin 🙂

7 Keajaiban Dunia


Suatu hari di sebuah kelas, sekelompok kelas geografi sedang mempelajari “Tujuh Kejaiban Dunia”. Pada awal pelajaran mereka disuruh untuk menuliskan tujuh keajaiban dunia yang mereka ketahui saat ini. Walaupun ada beberapa tidak kesesuian, namun secara garis besar mereka menuliskan tujuh kejaiban dunia tersebut :

  1. Piramida
  2. Taj Mahal
  3. Tembok Besar Cina
  4. Menara Miring Pisa
  5. Colosseum
  6. Borobudur
  7. Taman Gantung Babilonia….
little girl reading book outside

little girl reading book outside

Ketika mengumpulkan daftar tujuh kejaiban dunia dari para siswa, sang guru memperhatikan seorang pelajar, seorang gadis kecil pendiam, yang belum mengumpulkan tugasnya. Lalu sang guru bertanya kepadanya apakah dia mempunyai kesulitan dengan tugasnya.

Gadis pendiam itu menjawab, “Yah sedikit, saya tidak bisa memilih karena sangat banyaknya”.
Lalu sang guru berkata, “Baik, katakan pada kami apa yang kamu miliki, dan mungkin kami bisa membantu memilihnya”.

Gadis kecil itu ragu sejenak, kemudian membaca, “Saya fikir Tujuh Keajabian Dunia adalah : ”

  1. Bisa melihat
  2. Bisa mendengar
  3. Bisa menyentuh
  4. Bisa menyayangi
  5. . . . Dia ragu sebentar, dan kemudian melanjutkan

  6. Bisa merasakan
  7. Bisa Tertawa
  8. Dan bisa mencintai

Ruang kelas seketika sunyi.


Alangkah mudahnya bagi kita untuk melihat eksploitasi manusia dan menyebutnya “kejabaiban”. Sementara kita lihat apa yang diberikan Tuhan kepada kita, kita lebih suka melihatnya sebagai hal yang “biasa”.
Semoga pada hari ini kita dapat merenungkan tentang segala hal yang betul-betul ajaib dalam kehidupan kita 🙂

%d bloggers like this: