Hidup ini cuma seperti bermain game


Waaw…masa iya hidup ini dibandingkan dengan bermain game? Hahahaha..sebenarnya seh mirip, tapi ada beberapa hal yang ada di dalam game tapi tidak mungkin ada di dalam kehidupan ini. Misalnya;

  1. Di dalam game ada tombol Pause, sedangkan di kehidupan ini mana ada tombol Pause
    Andai saja hidup ini ada tombol Pause, asyik juga ya, bisa berumur ratusan tahun jadinya. Bagaimana tidak, misal saat ini aku mem-pause diriku sendiri. Terus 100 tahun kemudian aku tekan tombol Play lagi. Bingo. Aku bisa meneruskan hidup ku lagi. Hehehe.
  2. Di dalam game ada tombol Back/Undo/Reset, nah di kehidupan ini ga ada yang bisa diulangi lagi
    Yang ada adalah, hidup ini terus berjalan. Life is goes on. Ketika kamu gagal dalam suatu tes/ujian atau kegiatan apapun itu yang membuat kamu merasa tidak baik, kamu ga akan bisa memutarbalikkan waktu. Apalagi me-reset waktu untuk kembali melakukan ujian. Yang bisa dilakukan adalah bersyukur dan ikhlas. Pelajari langkah-langkah yang salah itu dan jadikan sebagai pedoman agar tidak salah lagi.
  3. Ketika tokoh dalam game itu mati masih bisa dihidupkan lagi atau dimainkan ulang, nah jika manusia mati, apa bisa dihidupkan lagi ???
    Kecuali atas ijin Tuhan (mati suri) ga akan bisa manusia itu dihidupkan lagi. Manusia akan hidup lagi di alam yang lain. Tapi tidak di kehidupan yang sekarang ini. Lha kalo manusia itu bisa hidup lagi, dunia ini akan penuh dengan orang gila. Kenapa? Karena orang yang bunuh diri ngga jadi mati😀

Life is just like playing games. But no pause button, no undo button, and you couldn’t play anymore when you die

Setidaknya 3 perbedaan itulah yang menurut aku paling pokok. Namun begitu ada juga beberapa persamaannya. Dari game solitaire sampai game tembak-tembakan pun bisa dijadikan acuan. Sebagai contoh;

  1. Jika dalam bermain game ada tingkatan permainannya, maka begitu juga dengan hidup
    Kita lihat dari segi pendidikan. Kita dituntun untuk melewati jenjang pendidikan mulai dari TK, SD, SMP, SMU, Kuliah, baru kemudian bekerja. Dalam segi pekerjaan, pasti lah dimulai dari yang paling bawah kecuali dapat warisan dari orangtua nya. Kemudian memperoleh pengalaman/experience dalam bekerja, bertambah dan terus bertambah sampai akhirnya naik level/tingkatan. Level 1, level 2, level 3, dst . . . bahkan di akhir cerita kamu bisa saja menjadi Big Boss alias membuat usaha sendiri. Ini gambaran umumnya saja🙂
  2. Bercermin dari game Farmville yang biasa ditemukan di Facebook, kita diwajibkan untuk mempunyai neighbor atau tetangga untuk mencapai level lebih tinggi
    Begitu dengan kehidupan ini. Banyak-banyaklah mencari tetangga dan berbuat baik lah kepada mereka. Manusia itu makhluk sosial, membutuhkan orang lain untuk kelangsungan hidup nya. Orang yang akan menolong pertama kali ketika kita dalam kesusahan adalah tetangga kita. Jadi, ayo bersosialisasi, bermasyarakat dengan rukun dan damai. Btw, Farmville sudah ada lanjutannya yaitu CityVille😀 Ini kok malah melenceng dari topik ya. Hihihihi..
  3. Bermain game itu membutuhkan strategi untuk menang, lantas bagaimana dengan kehidupan ini.
    Aku jawab sangat diperlukan. Dan harus dibarengi dengan usaha dan doa. Wajib nih hukumnya. Kalau cuma strategi doank tanpa usaha, ya ga mungkin menang lah. Strategi itu hanya untuk menggambarkan peta kehidupan kita. Yang paling penting Take the action.

Oke sobat, sekian dulu dariku. Kalau ada kesempatan, aku terusin lagi. Semoga bisa menjadi pelajaran buat kita semua. Amin🙂

About alam.pramono
all about music, programming, and photography

6 Responses to Hidup ini cuma seperti bermain game

  1. sichandra says:

    waah , saya setuju sama kamu bro😀

    • alam.pramono says:

      thank you mas bro :shakehand

  2. BLOG-SANTAI says:

    wah, benar juga ya.. Rupanya selama ini kita kurang peka memahami hidup ini.
    Thx Gan, salam kenal🙂

    • alam.pramono says:

      hehe. sekedar mengeluarkan uneg2x boss.
      salam kenal juga, ditunggu cendol nya😀

  3. TB says:

    mantab ulasannya. Yang suka game pasti cepat memahami kehidupan ini

    • alam.pramono says:

      thank you bro. wah kayaknya ndak semuanya. lha itu yang pada main game online malah pada ampe lupa waktu. hihihi
      aku dulu nya juga gamer, meskipun sekarang jg masih dikit2x🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: